Wednesday, October 28, 2009

Perbedaan Hub dan Switch

HUB VS SWITCH

Di bidang komputer kita sering mendengar apa itu HUB dan SWITCH, disini saya akan menjelaskan
secara detaile apa itu HUB dan SWITCH, serta perbedaan-perbedaan antara kedua Device jaringan
komputer tersebut.

HUB
Hub adalah istilah umum yang digunakan untuk menerangkan sebuah central connection point untuk
komputer pada network. Hub tidak memiliki fasilitas routing, sehingga semua informasi yang datang
akan dikirimkan ke semua komputer(broadcast).
Fungsi dasar yang dilakukan oleh hub adalah menerima sinyal dari satu komputer dan mentransmisikannya
ke komputer yang lain. Sebuah hub bisa active atau passive. Active hub bertindak sebagai
repeater, sebagai penguat sinyal. Passive hub hanya bertindak sebagai kotak sambungan membagi/
memisahkan sinyal yang masuk untuk ditransmisikan ke seluruh network. Hub adalah central untuk
topologi star dan mengijinkan computer untuk ditambahkan atau dipindahkan pada network dengan
relative mudah. Kapabilitas yang disediakan hub central untuk topologi star mengizinkan komputer
untuk ditambahkan atau dipindahkan pada network dengan relative mudah.
Fungsi tambahan selain sebagai central connection point, hub menyediakan kemampuan berikut:
1. Memfasilitasikan penambahan, penghilangan atau pemindahan workstation.
2. Menambah jarak network(fungsi sebagai repeater).
3. Menyediakan fleksibilitas dengan men-support interface yang berbeda(Ethernet, Token
Ring,FDDI).
4. Menawarkan feature yang fault- tolerance(isolasi kerusakan)
5. Memberikan manajemen service yang tersentralisasi(koleksi informasi, diagnostic)

CARA KERJA HUB


Cara kerja alat ini adalah dengan cara mengirimkan sinyal paket data ke seluruh port pada hub sehingga
paket data tersebut diterima oleh seluruh computer yang berhubungan dengan hub tersebut kecuali
computer yang mengirimkan. Sinyal yang dikirimkan tersebut diulang-ulang walaupun paket data telah
diterima oleh komputer tujuan. Hal ini menyebabkan fungsi colossion lebih sering terjadi.
Misalnya ketika ada pengiriman paket data dari port A ke port B dan pada saat yang sama ada pengiriman
paket data dari port C ke port D, maka akan terjadi tabrakan (collision) karena menggunakan
ama) sehingga paket data akan menjadi rusak yang mengakibatkan pengiriman ulang paket data. Jika
hal ini sering terjadi maka collison yang terjadi dapat mengganggu aktifitas pengiriman paket data yang
baru maupun ulangan. Hal ini mengakibatkan penurunan kecepatan transfer data. Oleh karena itu secara
fisik, hub mempunyai lampu led yang mengindikasikan terjadi collision.
Ketika paket data dikirimkan melalui salah satu port pada hub, maka pengiriman paket data tersebut
akan terlihat dan terkirim ke setiap port lainnya sehingga bandwidth pada hub menjadi terbagi ke seluruh
port yang ada. Semakin banyak port yang tersedia pada hub, maka bandwidth yang tersedia
menjadi semakin kecil untuk setiap port.
Hal ini membuat pengiriman data pada hub dengan banyak port yang terhubung pada komputer menjadi
lambat.

SWITCH


Switch adalah perangkat jaringan yang bekerja di lapisan Data-link, berfungsi menghubungkan banyak
segmen LAN ke dalam satu jaringan yang lebih besar. Switch adalah sebuah alat jaringan sebagai
penghubung segementasi banyak jaringan dengan forwarding berdasarkan alamat MAC. Switch jaringan
dapat digunakan sebagai penghubung komputer pada satu area yang terbatas, switch memiliki
sejumlah port sehingga sering dinamakan multi-port bridge. Switch bekerja secara software. Switch
menggunakan algoritma store-and-forwarddan cut-through pada saat melakukan pengiriman data.

CARA KERJA

- Cut through yaitu menentukan route paket yang diterima langsung ke alamat port tujuan. Tentu
saja hal ini akan meningkatkan throughput koneksi dan mengurangi latency pengiriman paket. Pengiriman
dilakukan tanpa terlebih dahulu mengumpulkan seluruh paket. Tetapi ketika alamat tujuan diketahui,
langsung route dan pengiriman dilakukan ke alamat itu. Untuk satu paket Ethernet (1518 byte)
proses ini memerlukan waktu hanya selama 40 microsecond. Dalam keadaan koneksi tujuan sedang
digunakan, switch akan menampung paket data yang diterima untuk dimasukkan ke dalam buffer. Dan
paket data akan dikirim dari buffer jika koneksi tujuan telah kosong.
- Store and forward cara kerjanya dilakukan dengan mengumpulkan seluruh paket hingga lengkap ke
dalam memory switch dan melakukan pemeriksaan kesalahan dengan metode CRC (Cyclic Redundancy
Check). Waktu yang diperlukan untuk melakukan proses untuk setiap paket Ethernet adalah 1,2 milidetik. Karena diperlukan memory yang cukup, ada potensi terjadinya latency dalam store and
forward switch ini yang disebabkan oleh penuhnya memory yang ada untuk menampung seluruh paket
dan tabel dari network address.
Walaupun cara cut through akan mengurangi terjadinya latency, tetapi konsekuensinya, paket data
yang rusak juga akan juga sampai ke alamat tujuan. Kebalikannya, hal ini tidak terjadi pada store and
forward switch.
Dari kedua cara di atas, ada pula switch yang menggabungkan kedua cara tsb yang disebut hybrids.
Pada saat awal menggunakan cara cut through switching, dan melakukan pemeriksaan CRC, kemudian
menghitung jumlah error yang ada. Jika jumlah error telah sampai pada batas tertentu, switch
akan bekerja dengan cara store and forward sampai dengan kondisi jumlah error telah berkurang.
Selanjutnya switch akan kembali bekerja dengan cara cut through. Cara termudah untuk mengetahui
adanya kemampuan ini adalah dengan melihat ada atau tidaknya keterangan threshold detection atau
adaptive switch dalam spesifikasi teknisnya.




No comments: